MYANMAR TRIP: Bagan (Part 2)


DSC00678

The Jewel of Myanmar. Begitulah para traveler memberi julukan kepada Bagan. Saya sendiri sepakat, jika kalian akan mengunjungi Myanmar, Bagan adalah kota yang harus dikunjungi. Perjalanan darat menuju Bagan memang tidak mudah dan lama, tapi percayalah waktu 7 jam untuk menempuh jalanan  tandus berdebu dari Mandalay akan terbayar kontan ketika kalian menapaki tanah magis Bagan dan terhisap kedalam sebuah dimensi baru. Petualangan hari itu kami mulai pagi hari di Mandalay

breakfast for champion! di Myanmar sarapan selalu disajikan dengan buah-buahan segar :9

breakfast for champion! Di Myanmar sarapan selalu disajikan dengan buah-buahan segar :9

Ruang makan di rooftop AD-1 hostel yang decent dan bersih

Ruang makan di rooftop AD-1 hostel yang decent dan bersih

Dari Hostel menuju terminal menggunakan ojek. Motor Taxi: 3000 Kyats

Dari Hostel menuju terminal menggunakan ojek. Motor Taxi: 3000 Kyats (ps: ini bukan tukang ojeknya )

Tiba diterminal langsung naik Bus jurusan Mandalay-Bagan. Bagan here we come!  Bus: 8000 Kyats

Tiba di terminal langsung naik Bus jurusan Mandalay-Bagan. Bagan here we come! Bus: 8000 Kyats

Pemandangan sepanjang perjalanan: Kekeringan, tanah tandus berdebu. :/

Pemandangan sepanjang perjalanan: Kekeringan dan tanah tandus berdebu. :/

Berhenti sebentar di rest area untuk makan siang. Fried rice enak dan banyak : 1600 Kyats

Berhenti sebentar di rest area untuk makan siang. Fried rice enak dan banyak : 1600 Kyats

long long way to go.....

long long way to go…..

Hore tiba di bagan disambut dengan becak sepeda menuju hotel. Orang Bagan menyebutnya Sayka. Sayka-travel station-hostel :  @ 2000 Kyats

Hore! tiba di bagan disambut dengan becak sepeda menuju hotel. Orang Bagan menyebutnya Sayka. Sayka-travel station-hostel : @ 2000 Kyats

Ketika memasuki wilayah Bagan, turis dari luar negeri harus membayar tiket masuk sebesar 15 USD. Jika berencana untuk singgah di Bagan untuk 1 atau 2 hari, pastikan ketika sampai langsung menuju bus station (yang lebih mirip travel station) untuk membeli tiket ke kota berikutnya (Yangon, Inle, Mandalay, dsb.) karena tiket bus ini tidak bisa dipesan online dan akan selalu penuh jika tidak memesan dihari sebelumnya. (E-lite Bus tujuan Yangon : 14000 Kyats)

Bisa depan dan belakang sebenernya. Cuman nggak tega kalo bapaknya musti bonceng kita berdua :')

Kita bisa duduk di depan dan belakang sebenernya. Cuman nggak tega kalo bapaknya musti bonceng kita berdua :’)

Sampai juga di hostel dengan nuansa vintage yang kental. May Khalar hostel: 22 USD (@ 11 USD each)

Sampai juga di hostel dengan nuansa vintage yang kental. May Khalar hostel: 22 USD (@ 11 USD each)

Salah satu objek yang wajib diburu di Bagan adalah sunset di antara reruntuhan kuil . Walaupun masih lelah kami langsung melaju menuju salah satu kuil untuk melihat  sunset  menggunakan sepeda sewaan seharga 1500 Kyats -perhari.DSC00593DSC00600

BEFORE SUNSET :)

BEFORE SUNSET 🙂

DSC00611DSC00631DSC00641

DSC00622

Matahari pun tenggelam diantara stupa yang mengacung ke langit meninggalkan hamparan reruntuhan kuil dalam kesunyian yang misterius.

Pada satu titik entah mengapa kami mengidamkan western food yang ternyata banyak dijual direstoran2 sepanjang jalan utama. Dinner: 3000 Kyats

Pada satu titik entah mengapa kami mengidamkan western food yang ternyata banyak dijual direstoran2 sepanjang jalan utama. Dinner: 3000 Kyats

Satu lagi objek yang harus ada di check list mu adalah sunrise di Bule-thi Pagoda, selain view  yang jelas karena tidak terhalang oleh kuil lainya, pagoda ini satu dari sedikit objek yang dapat dipanjat sampai ke puncaknya.Demi keamanan diri sendiri dan kelestarian situs bersejarah ini pastikan melepas sepatu sebelum naik agar tidak merusak batu batuan dan tidak terpeleset ketika naik atau turun.

Dengan sepeda mengejar sunrise di Bule-Thi sekitar 45 menit dari hostel kami

Dengan sepeda mengejar sunrise di Bule-Thi sekitar 45 menit dari hostel kami

Karena sepeda kami berat kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Keuntungan bisa mengeksplor langsung dan foto foto di kuil yang kami lewati

Karena sepeda kami berat ( 1500 Kyats, another sigh..) kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Keuntunganya: bisa mengeksplor langsung dan foto foto di setiap kuil yang kami lewati. Kerugianya: 4 freakin hours of walking in the desert somewhere in Burma. but i’m glad it’s worth it. :’)

Ini dia Bule-Thi Pagoda

Ini dia Bule-Thi Pagoda

Matahari mulai terbit

Matahari mulai terbit

DSC00677

tidak hanya sunset aura magispun terasa ketika sunrise 🙂

DSC00686

Selfie-sukaesih time

Selfie-sukaesih time

Suasana pagi hari yang damai, hanya bunyi gesekan alang alang dan kicau burung  terdengar dari kejauhan

Suasana pagi hari yang damai, hanya bunyi gesekan alang alang dan kicau burung terdengar dari kejauhan

the sun has risen

the sun has risen

DSC00725

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kami memutuskan untuk mengeksplor reruntuhan bagan dengan BERJALAN KAKI. Mungkin bukan keputusan terpopuler (atau terbijaksana), tapi disitulah serunya traveling kita tidak harus mengikuti referensi apapun yang kita baca di buku atau artikel perjalanan bukan? bahkan beberapa traveler yang kami temui dijalan cukup kaget dan memberi tatapan iba (hahahaha), karena pada umumnya para turis akan menyewa delman seharga 20000 Kyats atau sepeda elektrik 6000 Kyats, tapi kami yang jalan jalan on budget ini merasa berjalan kaki (selain lebih hemat tentunya) tidak akan mengurangi keseruan petualangan kali ini. Kami membiarkan diri kami tersesat dihamparan reruntuhan kuil bagan dan memasuki pagoda apapun yang kami anggap menarik. Jika kami bisa andapun bisa! 🙂DSC00735

It's time to get lost,baby! :D

It’s time to get lost,baby! 😀

DSC00743

DSC00776

Pagoda yang mirip pyramid di Inca

scenery padang rumput  seolah olah kami bersafari di Namibia

scenery padang rumput seolah olah kami bersafari di Namibia

DSC00750DSC00755DSC00758DSC00768DSC00774DSC00789

DSC00798

berkeliling Bagan dengan sepeda, sehat dan hemat

Setelah berjalan kaki dari jam 6 pagi sampai jam 10 pagi di area archeological site Bagan, kami kembali ke hostel untuk mandi,sarapan dan beristirahat. Setelah tenaga pulih kami berkeliling dengan sepeda sembari menunggu bus malam menjemput kami untuk melanjutkan petualangan Myanmar kami ke YANGON.

Total pengeluaran DAY 3 & DAY 4: 34.600 Kyats + 26 USD

Advertisements

7 Comments

Filed under Uncategorized

MYANMAR TRIP: Singapore & Mandalay (Part 1)

 

Beberapa rekan kantor saya begitu heran ketika pertama kali saya bilang akan traveling ke Myanmar. Reaksi mereka cukup beragam beberapa khawatir akan keamanan negara tersebut, beberapa menganggap tidak menarik, bahkan ada yang tidak tahu dimana Myanmar berada. Pada awalnya sayapun sesungguhnya tidak berharap banyak, namun setelah mengunjungi 3 kota selama 6 hari kini saya tahu bahwa ternyata Myanmar menyimpan kecantikan yang tersembunyi di balik sejarah kelam yang panjang dan diatas tanah tandus yang berdebu. Perjalanan kali ini adalah on budget trip alias jalan jalan dengan dana yang tidak banyak. Jadi bagi yang ingin traveling murah ke Myanmar semoga postingan ini  bisa bermanfaat 🙂

DSC00213

Perjalanan di Mulai! 😀

DSC00208

Tiba di Bandara. Biaya: Airport Tax Rp150.000 (sigh..)

DSC00215

Terbang ke Singapura dulu!

Tiba di Changi langsung ikut Free City Tour! lumayan gratisan untuk mengisi waktu transit

Tiba di Changi langsung ikut Free City Tour! lumayan gratisan untuk mengisi waktu transit

Perjalanan ini saya lakukan berdua bersama seorang Teman sejurusan di ITB, Dina Irawati.Karena persiapan yang singkat dan cukup mendadak  (2 minggu) awalnya saya telah pasrah untuk melakukan perjalanan ini sendirian , namun akhirnya Dina (Thank God!) memutuskan untuk ikut berpetualang bersama. Proses pembuatan visa, booking hostel dan tour pun alhamdulillah berjalan sangat lancar walau dengan waktu yang super singkat.

Singapore skyline

Singapore skyline

DSC00241

Bus Gratis, Guide gratis, sightseeing gratis. Servisnya keren!

Setelah berkeliling selama 2 jam kita kembali ke Changi

Setelah berkeliling selama 2 jam kita kembali ke Changi

Saya akui Fasilitas Changi Airport sangat luar biasa bagi para penumpang yang transit di bandara ini, selain tur keliling kota gratis juga terdapat bioskop gratis di terminal 2. Tips bagi yang mau ikut Changi free city tour: check in 1 jam sebelum tur dimulai dan titipkan tas/koper ke penitipan barang.

DSC00254

Sarapan+Makan Siang+ Air minum. Total SGD 9.6

DSC00259

menunggu Flight ke Yangon di waiting room yang fotogenic

DSC00262

Sebentar lagi kita Boarding

DSC00264

SIN-RGN di Airbus yang cukup sepi, semacam naik private jet! haha

DSC00268

3.5 hours flight…

DSC00272

Tiba di Yangon! super excited!!!

 

Yangon International Airport yang ternyata bagus :o

Yangon International Airport yang ternyata bagus 😮

Langsung naik taxi menuju Terminal Aung Mingalar.

Dari Airport kami langsung naik taxi menuju Terminal Aung Mingalar. Biaya: 6000 Kyats (@ each 3000 Kyats)

Tiba di terminal Aung Mingalar yang sangat mirip Terminal Kampung Rambutan :p

Tiba di terminal Aung Mingalar yang sangat mirip Terminal Kampung Rambutan :p

DSC00289

IT’S RANGOON TIME BABY!

DSC00282

Duduk duduk santai menunggu bis malam menuju mandalay. Myanmar Beer+ Snacks (oil Noodle + chips) : 1450 Kyats.

Mie yang disajikan sama kaldu ikan dan acar bawang hanya 800 Kyats

Mie yang disajikan bersama kaldu ikan dan acar bawang hanya 800 Kyats

Ruang Tunggu travel bus malam kita

Ruang Tunggu travel bus malam kita

Bagi para budget traveler seperti saya ini, pasti kita selalu ingin menekan pengeluaran dengan mendapatkan harga yang termurah. Tapi percayalah! untuk urusan transportasi yang memakan waktu lebih dari 5 jam pilihlah yang terbaik. Memang ada Bus lain yang lebih murah, namun demi kenyamanan dan kesehatan selama perjalanan jauh saya sarankan untuk pilih bus dengan kualitas nomer satu. 🙂

Ini dia bus nya! sangat nyaman dengan bantal+Selimut+makanan+softdrik+ kaki bisa selonjor. Night Bus 17500 Kyats

Ini dia bus nya! sangat nyaman dengan bantal+Selimut+Kue+softdrink+ kaki bisa selonjor. Night Bus 17500 Kyats

Selamat tidur! ;)

Selamat tidur! 🙂 

Tiba di Mandalay langsung menuju hotel dengan taxi. Taxi: 7000 Kyats (each @ 3500 Kyats)

Tiba di Mandalay  dari terminal langsung menuju hostel dengan taxi. Taxi: 7000 Kyats (each @ 3500 Kyats)

Setelah Mandi dan berbenah diri siap mengeksplor Mandalay!. AD-1 Hostel Room : USD 16

Setelah Mandi dan berbenah diri siap mengeksplor Mandalay!. AD-1 Hostel Room : USD 16

DSC00321

Suasana Mandalay. Karena hotel kami terletak didalam pasar, suasanan pagi hari benar-benar hidup. Banyak Monk yang mencari derma  berupa maknanan dari para pedagang.

Mirip pasar di Indonesia :)

Mirip pasar di Indonesia 🙂

DSC00325

Para Wanita (dan beberapa Pria) disini menggunakan Thanaka, yaitu semacam sunblock alami dari getah kayu.

Mencoba Jajanan Pasar untuk sarapan. Noodle 500 Kyats

Mencoba Jajanan Pasar untuk sarapan. Noodle 500 Kyats

Rasa yang cukup ajaib dan penyajian yang cukup mengejutkan: makanan kita diaduk langsung oleh tangan ibu pedagang :')

Rasa yang cukup ajaib dan penyajian yang cukup mengejutkan: makanan kita diaduk langsung oleh tangan si ibu pedagang :’) (Alhamdulillah tetap sehat walafiat sampai pulang)

Gajah Putih yang disakralkan diseluruh Myanmar

Gajah Putih yang disakralkan diseluruh Myanmar

Setelah sarapan dan berkeliling disekitar hostel kami akan berkeliling menggunakan Tur yang telah kami pesan dari Jakarta biayanya 20.000 Kyats (Termasuk makan siang), saya menyarankan untuk menggunakan tur karena Mandalay cukup luas dan akan memakan waktu untuk mengunjungi semua tempat wisata.

Private Taxi untuk tur keliling Mandalay! Yay!

Private Taxi dengan Guide yang berbahasa Inggris untuk tur keliling Mandalay! Yay!

Melewati pawai kerajaan untuk upacara pengangkatan bhiksu muda

Melewati pawai kerajaan untuk upacara pengangkatan bhiksu muda

DSC00350

Bu-Dhin Tour guide yang baik hati 🙂

DSC00361

Tiba di Historical Site Mandalay, yaitu sebuah komplek pariwisata yang terdiri dari beberapa biara dan Kuil. Entrance Fee 10.000 Kyats (Berlaku untuk 5 hari)

DSC00392
DSC00399DSC00401DSC00416

DSC00463

Di beberapa tempat yang dianggap suci di Myanmar kita dilarang  masuk menggunakan celana pendek, sebagai tips jangan lupa bawa sarung (atau Long-Yi) kemanapun! Sangat sangat berguna

DSC00468DSC00490DSC00515DSC00532DSC00541

DSC00543

Pusat Kerajinan dan Craft Myanmar di Mandalay! someday i’ll buy all these high-end stuff! :p

DSC00488

Pagoda di Mandalay Hill yang cantik, tenang dan sakral.

DSC00518

Patung Budha di Mahamuni Pagoda. Solid gold. Di area ini wanita dilarang masuk dan hanya diperbolehkan melihat dari jauh. Lucky me for being male human. haha

DSC00564

Sunset at the bankside 🙂

Petualangan mengeksplor Mandalay hari itu ditutup dengan sunset yang cantik  di delta sungai Irawaddy. Mandalay yang dulu adalah pusat pemerintahan kerajaan dengan berbagai gegap gempitanya  kini beristirahat dalam ritme kehidupan masyarakat yang tenang dan sederhana.

Total pengeluaran DAY 1 & DAY 2 : 47.000 Kyats+9.6 SGD +16 USD +150.000 Rupiah

 

3 Comments

Filed under Travel

Happiness and Gratitude

tumblr_m5z58io2ZR1qkfvdvo1_1280

“Because I’m happy
Clap along if you feel like a room without a roof
Because I’m happy
Clap along if you feel like happiness is the truth
Because I’m happy
Clap along if you know what happiness is to you
Because I’m happy
Clap along if you feel like that’s what you wanna do

-Happy By Pharrell Williams

Kebahagiaan dan Rasa Syukur. Saya rasa itulah esensi dari kehidupan.Bahkan boleh jadi kedua hal tersebut adalah sebenarnya satu. Karena faktanya :  ketika kita bahagia maka kita bersyukur dan ketika kita bersyukur maka kita bahagia. Saya percaya kita “diletakkan” dibumi ini  untuk bersenang-senang dengan apapun peran ,posisi, dan andil yang kita miliki di dunia. Bersenang-senang disini tentu saja bukan melakukan apapun yang kita mau untuk mendapatkan kesenangan tanpa memikirkan orang lain. Bersenang-senang adalah melakukan kewajiban apapun yang kita emban dengan bahagia, tanpa beban dan rasa syukur. Bahagia itu pilihan. Itu faktanya, kitalah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bahkan di saat ini di detik ini. Keadaan yang kita alami atau rasakan adalah “dampak” dari apa yang kita rasakan di dalam. Dan luar biasanya (menurut saya) rasa syukur adalah alat tercepat untuk memunculkan kebahagiaan didalam diri dalam hitungan detik. Ide tersebut terasa begitu benar bagi saya dan telah saya praktekan di momen momen tergelap dalam hidup dimana saya harus memercikan perasaan senang yang harus saya produksi . Dan saya pun merasa lebih baik. Di doa yang selalu saya lantukan disetiap ibadah pun saya sadari selalu mengemukakan perasaan syukur di kalimat pertama. Bersyukur adalah inti kehidupan. Berterimakasih kepada Sang Pencipta, kepada kehidupan, kepada keluarga dan diri sendiri. Sayangnya, entah bagaimana siklus bahagia-bersuykur-bahagia-bersuykur-dst ini  sering kali diputus menjadi bahagia-kemudian baru bersyukur. Kita hanya akan mengucap syukur apabila kebahagiaan yang dapat berupa apapun itu tiba terlebih dahulu. Padahal bukankah logis  jika kita mensyukuri segala hal kenikmatan yang kita punya, maka rasa bahagia pun pasti mengikuti?  Jadi ketika kita menyadari bahwa kita mulai mengeluhkan tentang sesuatu segeralah berhenti, senyum dan bersyukur tentang apapun itu, ucapkan. Untuk merasa bahagia adalah hak kita dan sepenuhnya ada di tangan kita sendiri. Clap along if you feel like happiness is the truth and Clap along if you feel like that’s what you wanna do 🙂

1 Comment

Filed under Live and Learn

Debu Ajaib

dust

Nyaris 17.00.

Arah mata saya tertumpu pada satu bidang transparan di ruangan ini. Lubang transisi antara privasi dan masyarakat , dimana modus “manusia beradab” harus diaktifkan. Saya hanya menatap, sedikit tertegun. Langit ini begitu hampa saya pikir. Putih. Apa bagusnya, angkasa mestinya biru pantulan samudera.

sebuah bentuk meretas. Pulau pulau kerdil tembus pandang. Seperti gadis kecil kenes yang menggoda namun kabur ketika didekati.Mereka menghilang setiap perhatian saya pusatkan. Otot mata saya  berkata “Fokus fokus fokus kutelanjangi kau”. Ratusan serbuk mengkilap berkeling keling terusik dari semak semak khayalan. Mereka berputar putar. Bagai organel tetumbuhan dalam mikroskop. Begitu aktif, dan agresif. Meniru akting murahan pemain sinetron, saya mengucek mata 2 kali sambil memasang ekspresi takjub yang dilebih lebihkan, kemudian jengah atas perilaku tersebut.

Pasukan kehidupan, saya pikir. Mungkinkah wahai kalian partikel partikel maya yang menghubungkan saluran dan penciptanya, memutuskan untuk  memberi sekilas pertunjukan bagi saya yang percaya? Ataukah debu debu purbakala terasing yang masih mencari manifestasi kedalam objek semenjak Big Bang?  Aduhai,  barangkali hanya bias cahaya dan pasir beku yang teradu manis dalam kantuk dan sepoi sore ini belaka.

Namun hati saya belum bulat, saya memanggil mereka kembali. Seperti semut yang dipancing sebongkah gula mereka berkerumun dengan tingkah polah jual mahal. Rupanya mereka terlalu sibuk.Saya tahu mereka sibuk.kemudian saya mengamati dan memberi kode silahkan lanjutkan lalu segera berpamitan dengan sopan. Mereka berputar putar. Dalam hati, saya membenarkan sebuah kalimat the best things in life are free. Mereka melambai sampai jumpa lagi, mungkin minggu depan?

Leave a comment

Filed under Cerita Pendek, Live and Learn

PHI-PHI LA VIDA, BABY!

17 Januari 2014

PHIPHI

Jika pesta disebut dogma dan “sand,sun,&sea” adalah mantra maka boleh jadi Pulau Phi Phi adalah negaranya. Kehidupan masyarakatnya telah dipersembahkan seratus persen untuk sektor pariwisata . Dewa dewi kulit putih merupakan sumber devisa utama. Menyaksikan langsung seseorang berlarut dari pucat hingga nyaris hangus adalah lumrah, dan disini kami berpesta 365 hari 365 malam. Sepanjang jalan disetiap tikungan berjejer meja yang menjajakan ember. Bukan hanya ember. Ini ember ajaib, kau membelinya seharga 250 Baht dan pedagang akan mengisinya dengan segala rupa minuman. Kini pilihanya ada padamu: untuk sepanjang malam tersadar atau di sisa hari terkapar. Wisma dan restoran tak terhitung banyaknya, dan menarikanya semua terisi 24 jam tanpa henti. Inilah kehidupan ideal  jika tidur teratur bukanlah siklusmu, 5-9  tidaklah pakemmu yang sahih, dan kau sangat mendoyani ikan laut yang hidup maupun mati digoreng. Duapuluh menit dari tempat kau melabuh,  kapal  sampan berekor panjang dapat membawamu ke sepotong surga didunia. Pimpinan seorang pelaut handal dibutuhkan disini untuk bersauh, Kau tahu, para pengawal tebing telah berjaga untuk menjagalmu hingga kau berhasil tiba menepi dibibir surgawi.

Mulut mereka terbuka. Mata mengirimkan sinyal yang belum pernah terdeteksi di otak. Kombinasi dari bentuk,bunyi dan aroma asing  dalam nuansa.  Apa ini? Apa kita sudah mati? Kemudian mereka tersadar dan sesekali  mengumpat kemudian menyebut nama Tuhan lalu mengumpat lagi dan menyebut nama Tuhan lagi. Betapa indahnya tempat ini. Teluk yang melingkar seolah melindungi timbunan harta karun tersembunyi. Air laut menyiratkan kilau Kristal dan berlian. Langitpun bersekutu dan menorehkan biru safir pada pemandangan yang  telah sempurna. Mereka tertawa dan sepakat bahwa surga diatas sana  sepantasnyalah tidak jauh dari pantai yang terpampang dihadapan mereka.  Satu diantaranya berkata jika ini adalah waktunya, maka aku siap meninggalkan dunia. Betapa keindahan dapat membuat kita bicara yang tidak-tidak. Maya Bay begitu mereka menyebutnya, akupun setuju : Maya, sesuatu yang tidak nyata. Ini pulau dari khayalan kolektif manusia yang terpintal menjadi realita.Kecantikan absolut dari rancangan Tuhan alam semesta. Seketika  sesuatu dari dalam terasa menguak merekah .Itulah Inferior yang agresif :  keinginan untuk memiliki . Naluri purba dari para pencuri dan tukang tenung . Ketamakan merampas yang berharga dan membawanya pulang. Ada hasrat yang begitu dunia untuk merengkuh apapun yang kau sentuh dan rasa. Inikah yang dirasakan para penjajah dimasa lampau? Adakah sesungguhnya keserakahan adalah sifat dasar manusia? Pemuda itu kini berbaring tepat ditengah lingkaran nirwana, ditatapnya susunan gunung batu dan rerumputan yang berkeliling, dirasakanya air laut yang memasuki telinga sehingga menimbulkan bunyi kosong  yang riuh. Dari jauh beberapa turis berjemur sambil membaca buku, anak anak kecil melompat kesana kemari. Mereka terlihat begitu kecil. Kini ia malu akan apa yang telah ia pikirkan sebelumnya, ia  menyadari bahwa di momen ini dirinya  hanyalah setitik sesuatu di lautan luas, keberadaanya  tidaklah berbeda dengan kerikil, pasir, atau  serombongan ikan kecil yang baru saja melewati celah celah jarinya.

Mereka telah puas dan bersiap kembali ke pulau tempat para pemabuk dan penggila pesta berada.  Angin bertiup kuat siang hari ini, laut terlihat resah. Hiruk pikuk gelombang membuat laut Andaman seperti agar-agar yang berantakan naik turun. Sampan telah siap, kapten telah bersedia dan Kelompok itu akan mengalami 30 menit paling intens dalam hidup mereka. Ombak bergejolak menggila, perahu pontang panting terhempas angin dan deburan samudra. Tangan tangan telah menancap kuat pada apapun yang bisa dicengkram. Ada sesuatu yang tidak beres, kapten sampan  berteriak sesuatu  dan bergelayut cepat seperti kera. Atap terpal dirobek dan dibiarkan terhempas ke lautan. Semua orang tidak mengerti apa yang terjadi, wajah mereka pucat namun perahu terus melaju dan menerjang apapun yang menghalangi jalannya. Keadaan semakin memburuk karena laut tak kunjung tenang dan perahu terombang-ambing seperti kesurupan. Mereka basah kuyup dan kedinginan. Segala macam doa dan azimat telah dilantunkan, jaket pelampung telah kencang dieratkan. Sang pemuda seperti kembali diingatkan bahwa dirinya hanyalah remah roti dalam kuali sup raksasa. Perasaanya berkecamuk, ada kengerian dan gairah yang aneh ada juga harapan yang begitu kuat. Di satu titik ia merasa merasa begitu dekat dengan Sang Pencipta dan kasih sayangnya adalah nyata, ia meresapi saat itu dan bulu bulu dilenganya berdiri untuk sebuah alasan: Ia merasa benar benar Hidup. Syukurlah daratan telah terlihat dan mereka dapat mendarat. Semuanya terlihat begitu normal tidak ada satupun manusia yang tahu apa yang baru saja mereka alami. Mereka tertawa  dalam haru dan mengucap syukur berkali kali. Seorang diantaranya bersumpah akan mengambil kursus renang. Tebing tebing cantik menatap dari jauh tenang diposisinya dan ombak masih berjaga, dalam hati sang pemuda menatap mereka dan berterimakasih atas petualangan visual yang terpuaskan dan 30 menit pembelajaran paling berharga dalam hidupnya.

2 Comments

Filed under Live and Learn, Travel

BANG! BANG! BANGLA!

22.35 . 16 Januari 2014BANGLASeperti  lukisan kama sutra berlatar senja, gestur gestur senggama dalam merah keunguan dengan semburat jingga. Begitulah Patong jika kau hanya menatap dan menutup telinga. Wajah wajah asing, mata yang berwarna-warni, tubuh tubuh yang aduhai. Bukalah telinga dan niscaya serentet dentuman menjejal  kedalam liang kupingmu. Udara penuh nafas nafas sibuk dari segala spesimen jenis manusia , tiap perwakilan ras paling tidak satu. Di jalan inilah aroma persetubuhan  dapat terhirup tanpa sengaja, wangi yang tipis namun menusuk, hangat sekaligus membekukan. Semuanya begitu terburu-buru, baik memburu entah diburu. Kini kelaminmu bukanlah variable  utama di klasifikasi sosial manusia pesta. Bukan pula uangmu. Mereka hanya haus akan raga, waktu dan sekaleng bir dingin. Seorang ladyboy berwajah jelita menyapa penuh manja. Sawadeeka. Halo, silakan masuk ke klub kami, kami punya tiang tiang dan perempuan menari disekitarnya. Ada pula panggung untuk para waria kelas satu beraksi syur. Ayo lihat kesini kami menyajikan free flow beer 80 Baht. Segalanya gegap gempita dalam satu perayaan yang entah apa. Inilah Jalan Bangla, kawasan paling semarak di Patong. Begitu hidupnya hingga Malam kamis bagai malam tahun baru.Begitu birahinya hingga menoreh senyum bisa dianggap sebuah tanda, jikalau bertukar mata bisa jadi liur dan keringat berikutnya. Kata orang, disinilah roh roh pewarta ayat dan firman gentar akan  gelombang speaker dan kilatan lampu disko.Mereka telah pergi bertahun tahun yang lalu.Iman telah luntur dan Langit telah larut. Para pencari kenikmatan merantau  dengan sekantong  nanas segar di tangan kiri dan sate babi ditangan lainya. Mereka lupa bahwa 3 jam lagi malam akan sirna dan bulan didorong paksa keujung pagi. Namun toh tak mengapa jua,  Bangla masih punya esok hari, lusa, dan hari Sabtu. Kita selalu dapat berpesta dan mengulang keriuhan ini dari pukul 6 sore. Sesuatu menancapkan tatapanya  ke tengkuk seseorang.Naluri purba berbalut  semerbak feromon telah didaratkan. Betapa terarah dan penuh perhitungan. Hm adakah ini saatnya? Satu anggukan berbalas kerling menggoda. Wahai paras legit lagi liat tubuhnya. Jika tidak di petang hari , semoga esok kita dapat bertukar nama. Karena untuk sementara aku dan kamu hanyalah jiwa jiwa yang tak beragama.

Leave a comment

Filed under Cerita Pendek, Travel

Menganga di Phang Nga

15:45 . 15 Januari 2014

Mata yang lelah itu terpusat pada jalanan basah menuju terminal 3 bandar udara. Empunya taxi berkelakar tanpa henti diselingi doa doa tentang betapa ia ingin sekali keluar negeri dan sebagainya, namun penumpang lagi enggan bertukar lelucon, dan hanya bunyi hahahehe  yang dapat ia persembahkan untuk  sekedar menghormati . Syukurlah mereka pun tiba ditujuan dan  berpisah tanpa  satupun lawakan tak berbalas yang mubazir. Kakak perempuanya telah tiba lima menit sebelumnya, namun yang ia temui pertama adalah pacar kakanya yang duduk santai sembari merokok di kursi tunggu. Satu jam lagi mereka  akan terbang menyebrangi  Samudra Hindia dan mendarat di Kepulauan Phuket  disekitar Laut Andaman .Tenggara Thailand itu konon bertabur tebing tebing purba cantik bagai bidadari. Alkisah mereka dikawal oleh ombak ombak ganas yang menantang untuk menghalau kurcaci kurcaci turis  yang mengerubuti kaki kaki teluk seperti semut. Sementara itu di Kota Bangkok  Sekitar tujuh  jam dari surga pelancong telah berkecamuk  kerusuhan dan unjuk rasa yang meresahkan, namun pemerintah telah memastikan bahwa taman Eden-nya Thailand akan baik baik saja selama mereka berada disana. Satu orang lagi datang menyapa mereka bertiga, seorang teman yang akan turut serta dalam perjalanan ini. Bulan purnama bulat penuh menaungi penerbangan malam itu, beberapa kali pemuda itu mendapati matanya terkecoh antara terang bulan dan lampu sayap pesawat. Siapa sangka pada ketinggian tertentu cahaya temaram dapat begitu benderang seperti matahari. Pesawat mendarat di Phuket International Airpot yang bersahaja. Perjalanan menuju Phuket Town ditempuh dengan taxi bandara yang juga sederhana. Lihatlah kota ini, bagi yang mengetahui tentu akan mengalami Déjà vu tentang  jalan antar kota di Manado atau kota kota di Timur Indonesia. Bangunan tua bertengger tenang sepanjang jalan. Malam itu rintik hujan bagai cahaya rembulan cair, jika tidak, kerlip bintang dalam butiran. Akhirnya mereka tiba. Selamat datang di Phuket –pintu gerbang pantai pantai terindah dibumi.

07:10 . 16 Januari 2014

Pagi yang sumringah.Jalanan masih sepi dan dingin. Perempuan tua menyiapkan dagangan Thai-Tea dan minuman lainya, seorang anak sekolah melaju kencang dengan sepedanya, dan mobil mobil double deck mewah berlalu lalang.  Beberapa terlihat mengangkut sayur mayur, furniture, manusia, dan apapun yang bisa diangkut. Tak dikira, dari suatu arah terdengar sayup sayup suara seseorang membaca Al-Quran sementara itu beberapa wanita berkerudung memberi salam didepan altar tempat sesajen bunga dan dupa diletakan. Rupanya bagian Thailand yang berbatasan  dengan Malaysia ini setengah penduduknya adalah muslim berbeda dengan kota kota lain di Thailand yang hampir seluruh masyarakatnya  beragama Buddha .Menariknya, 2 jenis kepercayaan ini berpadu manis sehingga  ritual menyajikan makanan dan membakar dupa tetap dilakukan oleh umat muslim setiap hari seperti halnya ritual kejawen di Indonesia .

Mobil travel mengantar mereka ke Pelabuhan untuk menyebrangi laut menuju sejumlah teluk dan tanjung. Percayalah, Tuhan sebagai Sang Pencipta mempunyai selera  visual yang sangat tinggi dan berkelas, salah satu karya terbesar-Nya  boleh jadi  tersimpan apik di kepulauan Phang Nga ini. Gugusan tebing raksasa yang teramat indah, laut dengan warna hijau kebiruan yang sempurna beserta gua gua yang dibentuk erosi menyambut kapal yang akan bersauh. Perasaan syukur mendalam seketika hadir bagi siapa saja yang menatap, kemudian membikin dada terasa hangat. Pemuda itu ingin menangkap semuanya, ia menatap lekat lekat setiap garis menjulang  yang membentuk tebing-teluk tersebut  , ia ingin merekam saat itu,  menghirup udaranya dan mencecap airnya. Dengan berhati hati ia mencelupkan kakinya kelaut sementara tubuhnya bersandar di kano dan kepalanya menengadah ke langit. Jika ada sebuah kata untuk menggambarkan  makna indah yang teramat mungkin itulah yang mendefinisi Phang Nga. Batu batuan luar biasa besar bagai berjatuhan dari langit dan menancap  ke dasar samudera. Tanganya berayun ayun diantara daun yang berguguran dari hutan dipuncak tebing. Ia mengambil satu dan menyimpanya baik baik. Ia ingin membawa momen yang begitu intim ini. Tidak ada yang lebih permanen dari pengamatan mendalam tentang hal hal kecil disuatu masa. Diperhatikanya jempol kaki yang bergerak gerak di laut tosca, dan seiring kano berjalan ia mendapati matanya bagai kamera yang menangkap tebing tebing bergeser ataukah memang mereka memberi jalan? Momen itu telah terekam. Burung burung albatros menggiring buih dan boat yang mereka tumpangi pun bertolak menuju spot snorkeling yang telah ditentukan.

Taring taring stalagmit menjuntai sangar dari mulut goa, begitu mengancam dan menebar debar.Bila kau menatap keatas, akan terlihat semak semak bergantung diantara jurang  mengehembuskan aroma petualangan yang pekat. Adakah para peri dan siluman terusik akan keberadaanmu? Kini udara disii oleh keheningan yang adidaya.Tidakkah kuasa Ilahi diwakilkan oleh kreasi-Nya?  Tebing dan batu berbukit memberimu sedikit ruang dalam diamnya kemudian tanpa sadar kau berbisik dan berjingkat.  Fear is Good. Fear makes us feel alive. Fear is a powerful drug. Begitulah yang dikatakan beberapa pakar traveling tentang salah satu katalis dari makna perjalanan. Ketakutan dapat mengusik diri kita yang sebenarnya dan ketakutan yang berhasil dihadapi sesungguhnya adalah patri yang menempa besi agar semakin kuat dan berguna. Apa yang lebih membuatmu gentar dari mencoba hal baru yang beresiko ? Boat telah mendarat disebuah teluk lainya dan pengunjung diberikan waktu bebas. Dengan jantung yang berdegup kencang dan dengkul yang gemetar pemuda tersebut telah tiba diatap kapal ferry. Ini kali pertama ia akan berenang bebas dilaut lepas tanpa pelampung.Tenggelam bukanlah kekhawatiranya  Ia cukup pandai berenang. Tapi diawali dengan loncatan setinggi 7 meter dari kapal Ferry?  Itu membutuhkan nyali. Ia melempar pandangan pada tebing tebing maha cantik  yang mengelilingi nya memohon restu. Sedetik kemudian permukaan air dan masa tubuh telah beradu . Samudra yang tenang terpecah belah kedalam percikan . Disitulah ketakutanya telah tertinggal dan memuai bersama air garam. Kecipak air menggiring pemuda itu untuk berenang ke pantai terdekat disebuah pulau kecil, kini ia melaju dengan hati yang lapang karena sekarang satu ketakukanya tanggal dan terbenam.

PHANG NGA

Leave a comment

Filed under Cerita Pendek, Live and Learn, Travel